Unik! Ajak Warganya Ber-KB, Semua Jalan Kampung di Mojokerto Ini Diberi Nama Alat Kontrasepsi

Ada yang unik di Kampung Keluarga Berencana (KB) Desa Kweden Kembar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.


Tak hanya soal semaraknya kegiatan kaum perempuan di kampung ini. Namun ada pembeda di kampung tersebut. Begitu hendak masuk kampung ini, terlihat gapura Kampung KB yang menyolok.

Begitu masuk ke setiap gang, telihatlah nama-nama jalan yang unik. Nama jalan di kampung itu bukan nama bunga, nama pohon, atau nama burung. Namun yang dipakai adalah nama-nama jenis alat kontrasepsi.

"Semula tak ada nama jalan di kampung ini. Tiga bulan lalu, bersama kader KB, kami sepakat memberikan nama jalan kampung ini dengan nama-nama alat KB," kata Winarno, Kepala Desa Kweden Kembar yang juga Pembina Kampung KB desa setempat, Jumat (15/12/2017).

Sejumlah plang jalan dengan nama-nama alat KB itu ada yang pakai nama Jalan IUD, Jl Pil, Jl Suntik, Jl Implan, dan nama istilah KB lainnya.

Diakui Winarno, kehadiran kampung dengan jumlah penduduk 2.684 itu memberi nilai tambah pada kemajuan desa. Apalagi hampir semua perempuan di desanya kini terlibat aktif dalam kegiatan KB.
Semua kegitan Kampung KB di Desa Kweden Kembar kini bersinergi dengan kantor lain. Mulai dari kantor Kecamatan hingga Kabupaten. Kini semua kegiatan PKK, baik tingkat desa maupun di atasnya, bersinergi dengan Kampung KB.

"Semacam kolaborasi. Masyarakat juga senang dengan adanya Kampung KB ini. Banyak yang ingin ber-KB setelah tahu bahwa mengatur jarak kelahiran itu akan berpengaruh pada kesejahteraan," kata Winarno.

Kampung KB Desa Kweden Kembar dibentuk pada Juli 2017 lalu. Sebelumnya, kampung ini termasuk yang tingkat kesadaran KB-nya rendah sehingga perlu disentuh melalui Kampung KB.

Suryati, kader Kampung KB setempat, awalnya mengaku pesimistis karena masyarakat yang belum sepenuhnya memahami pentingnya KB. Namun berkat peran aktif kepala desa, tokoh masyarakat, dan para kader termasuk PKK dan Posyandu, Kampung KB ini kini menjadi semarak.

Berbagai kegiatan berbasis pemberdayaan masyarakat digelar bersama Kampung KB.

"Masyarakat sekarang tidak usah diminta ber-KB, kini sadar sendiri," kata Suryati.

Joedha Hadi Soewignyo, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Mojokerto, mengaku terus mendorong sinergisitas Kampung KBdengan semua stakeholders.

"Pemberdayaan dan kesejahteraan warga bisa ditumbuhkan di Kampung KB," katanya.

Kini berbagai kegiatan masyarakat yang berbasis pemberdayaan dan keterampilan warga digelar di Kampung-Kampung KB di Kabupaten Mojokerto. Juga ada usaha peningkatan pendapatan keluarga, seperti membuat aneka makanan olahan dan keterampilan warga lainnya.

tribunnews.com

Bocah 15 Tahun Nikahi Janda Kakaknya yang Sudah Meninggal, 2 Jam Kemudian, Ia Gantung Diri

Kita pasti sudah banyak mendengar cerita tentang pasangan yang dipaksa untuk menikah.

Kebanyakan, pasangan terpaksa menikah karena kehamilan yang tak diinginkan.

ilustrasi

Bisa juga dipaksa menikah kerena perjodohan.

Menghabiskan sisa waktu dengan orang yang tidak kita cintai seumur hidup mungkin lebih buruk dari mati, tapi banyak orang yang akhirnya menerima nasib itu dan akhirnya melanjutkan hidup.

Tetapi, tidak dengan bocah 15 tahun asal India ini.

Nampaknya ia lebih memilih untuk mati daripada harus menikahi wanita yang tidak ia cintai.


Seperti yang Tribunnews lansir dari EliteReaders, Mahadev Das (15) dipaksa menikahi Ruby Devi (25), kakak iparnya sendiri.

Ruby adalah istri dari kakaknya, yang sudah meninggal pada 2013.

Menurut ayah Mahadev, Chandreshwar Das (80), Mahadev bersikeras menolak rencana menikahi Ruby, yang biasanya merawat Mahadev seperti anaknya sendiri.

Pernikahan digelar di Desa Vinoba Nagar.



Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah kerabat dan sahabat.

10 orang dari pengantin wanita dan pengantin pria menandatangani surat-surat pernikahan.

Kepada Hindustan Times, Chandreshwar Das menjelaskan bahwa dirinya mendapat kompensasi finansial ketika anaknya meninggal.

Namun, keluarga dari istri anaknya juga berharap mendapat kompensasi tersebut secara penuh.

Ia menambahkan:

"Mereka terus memaksa saya untuk memberikan uang kompensasi itu, jika tidak, mereka memaksa menikahkan anakku dengan Ruby."

Pernikahan anak-anak termasuk illegal di India, tapi tetap dilakukan.


Chandreshwar Das mengungkapkan:

"Mendiang anak saya bekerja sebagai tukang listrik di perusahaan swasta di Gaya.

Ketika ia meninggal akibat sengatan listrik pada 2013, perusahaan tempat ia bekerja memberikan Rs80,000 (Rp17 juta) sebagai kompensasi.

Keseluruhan uang itu dikirimkan ke rekening saya.

Si menantu dan orang tuanya mendesak saya untuk mengirimkan uang itu untuk Ruby.

Saya sudah mengirimkan Rs 27,000 (Rp5,7 juta) dan berjanji akan mengirimkan sisanya nanti.

Tapi mereka terus mendesak untuk memberikan uang itu atau menikahkan anak mereka dengan putra saya yang masih berusia 15 tahun."

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)


Viral...! Pelakor Yang Masih SMA Kelas 3 Ini Pamer Foto-foto Mesra dengan Suaminya, Sang Istri Terpaksa Curhat Begini di Medsos. Bacanya Bikin Nyesek!!

Kisah seorang istri yang suaminya direbut perebut laki orang (pelakor) kini jadi viral di media sosial.




Bahtera rumah tangga wanita ini hancur begitu saja sejak wanita lain masuk ke hati sang suami.
Akun Facebook Marry Widdi , Rabu (09/12/2017) membagikan kisah rumah tangganya yang hancur setelah suaminya jatuh ke tangan wanita lain yang ternyata masih duduk di bangku SMA.

Lewat postingannya tersebut Marry mengaku sudah cukup bersabar dan melunak dengan kelakuan wanita perebut suaminya itu namun semakin hari kelakuannya makin menjadi-jadi. Marry mengaku tidak ingin memposting aib ini tetapi terpaksa karena postingan foto-foto mes*m yang menurutnya bisa menambah dampak negatif dikalangan siswi yang masih sekolah

Walau begitu, Marry juga mengaku sangat ingin mempertahankan pernikahannya setelah apa yang dilakukan suaminya. Ini semua dilakukan demi anaknya.

Berikut postingan Marry Widdi yang viral di media sosial dan telah dibagikan hampir 13 ribu kali

Saya tau pasti ada pro dan kontra,membeberkan aib suami saya.
Tapi selama ini,ini benar2 keterlaluan pihak perempuan (Rida Ayu Nisa).
Saya sudah belajar u/ sabar menghadapi mu. Tp dgn kesabaran sya dan diam saya kamu (Rida ayu nisa) makin melunjak dan menjadi jadi.
Foto syur kamu bersama suami saya (Agusman Riyadi) yg seharusnga tdak pantas diliat oleh anak sekolah seumuran kamu ini akan menambah dampak negatif dikalangan mreka yg masih sekolah.
.
.
Ingat Saya diam karna saya ingin menjadikan musuh saya sebagai sahabat saya.
Dan,dengan tulisan dan coretan tangan kecil Kakak tasya membuat saya mempertahankan rumah tangga saya.


  Dan Surga nya Istri ada dibawah telapak kaki Suami.
.
.
Ini kamu sudah benar2 keterlaluan. Dgan memposting foto2 syur mu di media sosial.
*Rida Ayu Nisa nama nya (pelakor)
*Alamat nya ; jl kedung mangu selatan gg 2 no 8 Surabaya (seingat saya)
*sekolah ; #Smatritunggalsurabaya
*kelas ; 3 (tiga)
Ini foto mereka. Bukti ini akan saya simpan
(infoteratas.com)






Tiga Perampok Cilik Ini Gondol Avanza Usai Habisi 1 Penumpangnya, Kepergok Warga Saat Tabrak Pagar. Begini Nasibnya Sekarang!

Aksi perampokan yang disertai pembunuhan sadis terjadi di Lampung.

Ironisnya lagi, yang melakukan perbuatan itu adalah tiga bocah yang masih remaja.



Ketiganya pelaku berinisial IS (17), HC (18), dan ES (19) itu tercatat sebagai warga Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Aksi sadis para bocah tanggung ini terungkap setelah mereka menabrak tembok milik warga di Jalan Flamboyan, Mulyojati, Metro Barat.

Kepala Polres Metro Ajun Komisaris Besar Rali Muskitta mengatakan, ketika itu ketiganya melarikan diri menggunakan mobil korban Toyota Avanza hitam BG 1152 KE selepas aksi pembantaian.

Dari keterangan para pelaku, korban Abdurahman (47), warga Jalan Dusun I Muara Burnai, OKI, Sumsel dibunuh di Desa Rejomulyo, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, Minggu (11/6) antara pukul 02.00-04.00 WIB.

"Terus mereka lari ke arah Metro. Ternyata mereka nabrak tembok. Warga mendekati mobil. Tapi, para pelaku ini langsung kabur. Akhirnya anggota kita Polsek Metro Barat melakukan pengecekan. Di dalam kendaraan ditemukan mayat korban pembunuhan," terangnya.

Polsek Metro Barat kemudian berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Metro untuk melakukan olah TKP.

Setelah mencari keterangan saksi-saksi, anggota melakukan pengejaran.

Petugas mendapati tiga pelaku sedang menunggu bus di depan Karaoke Charly, Metro.

Tali menambahkan, selain Abdurahman, kawanan ABG itu juga melukai Rudi Hartanto (26).

Warga Tulangbawang itu tercatat sebagai sopir korban.

"Jadi ada dua korban. Satu meninggal. Satu lagi sopir, itu mengalami luka-luka tusukan juga. Tapi, berhasil melarikan diri dan ditolong warga. Info yang kita dapat, lagi menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Bandar Lampung. Beliau ini saksi kunci. Tapi, belum bisa dimintai keterangan," tandasnya.

Dari hasil identifikasi sementara, korban Abdurahman mengalami 11 luka tusukan pada bagian leher, badan, hingga kepala.

Kasat Reskrim Polres Lamsel AKP Rizal Effendi membenarkan peristiwa perampokan dan pembunuhan sadis itu.

“Kita berkoordinasi dengan Polres Metro dan Polsek Metro Barat. Dari keterangan korban (Rudi), polisi lalu melakukan pengejaran ke Kota Metro. Didapati mobil Toyota Veloz di Metro Barat. Di dalam mobil terdapat satu mayat lelaki bernama Abdurrahman,” ungkap Rizal.


Setelah diinterograsi, lanjut Rizal, ketiga remaja itu mengaku telah melakukan pembunuhan dan perampokan.

“Ketiganya juga mengaku melakukan penusukan terhadap rekan korban (Rudi) yang ditemukan selamat di Jati Agung. Ketiganya mengaku TKP berada di wilayah Jati Agung,” terang Rizal.

Selain menangkap ketiga pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti.

Seperti mobil Toyota Avanza Veloz dan senjata tajam yang digunakan oleh para pelaku untuk membunuh korbannya.

Saat ini ketiga pelaku yang masih remaja tersebut diamankan di Mapolres Lampung Selatan guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.



“Ketiganya sudah kita amankan di mapolres untuk menjalani penyidikan lebih lanjut,” tandasnya.

Motif Harta

Motif pembunuhan sadis yang dilakukan tiga ABG asal OKI, Sumsel masih tanda tanya.

Namun, Kepala Polres Metro Ajun Komisaris Besar Rali Muskitta menduga ketiga pelaku ingin menguasai harta korban.

"Dari hasil pemeriksaan sementara terhadap para pelaku, mereka mengakui perbuatannya.

Membunuh korban dengan pisau seperti sangkur. Alasannya itu karena ingin memiliki harta bendra milik korban," jelas Rali, Minggu (11/6).

Kendati demikian, Rali mengaku, proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut diserahkan ke Polres Lampung Selatan.

"Tersangka juga tadi sudah diambil Polres Lampung Selatan. Ini karena TKP pembunuhan berada di wilayah hukum setempat," ucap dia. (Tribunnews.com)

Teganya. . . Driver Ojek Online Sebar Nomor Pelanggan ke Tempat Pelacuran karena Hal Remeh ini

Transportasi online kini menjadi solusi bagi mereka yang ingin pelayanan cepat.

Tak hanya pelayanan antar jemput orang, layanan antar makanan juga banyak dipakai untuk mereka yang malas memasak atau ke luar rumah.



Namun seringkali kesalahan kecil yang dilakukan pelanggan berakibat buruk, terutama jika yang mendapatkan pengemudi  (driver) yang tidak berkelakuan baik.

Seperti yang dialami seorang mahasiswi perguruan tinggi di Jakarta.

Dia mengadukan pengalaman buruknya ke akun instagram Gojek 24 jam belum lama ini.

Kejadian bermula dua minggu lalu saat dia memesan ojek online untuk keluar.

Namun karena sinyal di ponselnya tidak bagus akhirnya dia meng-cancel pesanannya.

Lalu, dia pesan lagi layanan antar makanan.

Ternyata, dia mendapati driver yang sama saat dia meng-cancel pesanannya.

"Terus saya bilang maaf bang tadi gak ada sinyal dan pas saya lagi nungguin saya duduk dan gak sengaja kepencet 'batalkan', ini bener-bener gak sengaja dan saya langsung duduk pas berdiri," tulisnya.

Seperti yang dialami seorang mahasiswi perguruan tinggi di Jakarta.

Dia mengadukan pengalaman buruknya ke akun instagram Gojek 24 jam belum lama ini.

Kejadian bermula dua minggu lalu saat dia memesan ojek online untuk keluar.

Namun karena sinyal di ponselnya tidak bagus akhirnya dia meng-cancel pesanannya.

Lalu, dia pesan lagi layanan antar makanan.

Ternyata, dia mendapati driver yang sama saat dia meng-cancel pesanannya.

"Terus saya bilang maaf bang tadi gak ada sinyal dan pas saya lagi nungguin saya duduk dan gak sengaja kepencet 'batalkan', ini bener-bener gak sengaja dan saya langsung duduk pas berdiri," tulisnya.

Tak cuma itu, driver ojol ini juga membagikan nomor cewek ini ke tempat-tempat pelacuran.

'Sampai saat ini saya masih banyak yang nge WA, soalnya nomor saya dicantumin ke tempat-tempat pelacuran gitu," keluhnya sambil membagi tangkapan layar orang-orang yang menggodanya.


"Tidak untuk dicontoh, kesel karena dicancel sih sah-sah aja. Tapi menyebar nomor customer ke tempat Cewek Bookingan itu sudah tindakan kriminal.
.
Coba posisikan kalau adik, saudara atau ibu kamu yang mengalaminya
* Merk OJOL sengaja di samarkan. Jadi pelajaran aja agar tidak terjadi dengan driver lain," tulis akun Gojek24jam saat mengunggah kisah ini.

Netizen pun dibuat geram  dengan ulah sang driver.

@abottleofdespair436: laporin aja ke polisi woy

@adhani_wulan: Laporin aja iTu sii k perusahaan ojolnya, Masa punya driver macem begituan, kalo gak mempan juga laporin police ,,,

@riaadinata: Mending laporin ke pihak uber, + bikin laporan ke polisi. Biar drivernya ga semena" lagi, kesel boleh, goblok jangan.(Tribunnews.com)






Kisah Ngarjo Punya 9 Istri Serumah, Kerap Bercinta Ramai-Ramai

Luar biasa. Ucapan itu pantas disematkan kepada Setyo Joko Sunaryo alias Narjo. Betapa tidak, di usianya yang baru 38 tahun, warga Ngabang Kalimantan Barat ini sudah punya 9 istri dan tinggal serumah. Para istri Ngarjo hidup rukun dan damai. Mereka saling mengasihi.
“Istri saya itu 9. Istri pertama cerai, istri ketiga meninggal kecelakaan, dan satu orang pergi kuliah kedokteran di Belanda. Sedangkan yang ada di Ngabang sekarang enam orang,” uajr Narjo saat berbincang akrab dengan Rakyat Kalbar (grup pojoksatu.id).
Ngarjo lahir pada 21 Oktober 1977 di Kota Mempawah. Putra kelima dari enam bersaudara ini menempuh pendidikan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Ngabang, kemudian SMP Negeri 02 Ngabang, dan SMA Negeri 1 Pontianak. Tamat dari SMAN 1 Pontianak, Narjo enggan kuliah dan memilih berwiraswata.



“Pekerjaan sebagai wiraswata ini bermacam-macam pekerjaanlah. Apa yang bisa menghasil uang, itulah yang saya kerjakan. Yang penting jangan menganggu orang lain,” ujar Narjo sembari santai di kediamannya.
Saat ditemui wartawan Rakyat Kalbar, Narjo yang ramah dan supel, tampak semangat dan sangat welcome. Kontan semua istrinya dan anak-anaknya dipanggil untuk duduk bersama di ruang tamu.
“Saya mau bercerita, banyak orang yang mengatakan saya punya istri banyak itu karena mempunyai ini itu, dan menuntut ilmu. Tapi itu hanya kata orang dan itu hanya omong kosong saja. Maka saya tulis di depan rumah itu, janganlah menilai orang itu dari omongan orang lain,” kata Narjo sembari tertawa.

Menurut Narjo, dia punya istri banyak ini mungkin karena faktor keturunan. Karena kakeknya dulu istrinya empat belas orang. Kakeknya keturunan Tionghoa bernama Lie Liet Nam dulu berdomisili didesa Kuala Behe. Sang akong yang akrab disapa Anam, itu cukup legendaries di kampungnya.
“Mungkin ini menjadi garis tangan saya mempunyai istri banyak. Walaupun istri banyak, segala sesuatu yang diperbuat adil tidak dibeda-bedakan dari semua istri dan anak. Maka istri saya tetap bahagia dan cinta,” tutur Narjo melebarkan tangan ke arah semua istri dan anak-anaknya.
Sebagai lelaki jelas Narjo bisa bangga mampu memberikan kebahagiaan buat semua istrinya, dan memberikan nafkah tanpa membeda-bedakan satu sama lain.
“Yang ada ini enam istri dan anak enam belas. Semua akur dan kompak. Mulai dari ngurus anak, masak dan makan juga kumpul sama-sama. Tidak ada dibeda-bedakan antara anak dengan istri yang satu dengan anak istri yang lain,” ungkapnya.

“Untuk memberi nafkah bathin saya melayaninya sesuai permintaan istri. Misalnya malam ini, siapa yang mau itu yang saya layani. Kalau semuanya minta, semuanya harus saya layani. Bahkan main sama-sama pun saya layani. Saya mampu memberinya secara adil, makanya semua istri saya suka dan cinta pada saya,” kata Narjo dengan suara polos di depan keenam istrinya.
Meski memiliki 9 istri, hubungan Ngarjo dengan para tetangga juga tetap rukun. Namun, dia tak menampik jika ada saja yang menilainya memiliki ilmu pengasihan atau ilmu “kuat”.
Ngarjo menceritakan, ia menikah dengan istri pertamanya, Naini, pada 1999 dan dikaruniai dua anak. Namun, Naini tak bisa bertahan lama karena hidup dimadu.


“Dia tak sanggup dimadu, akhirnya minta cerai pada 2010. Waktu itu istri pertama saya itu hanya bilang, silakanlah abang bahagia dengan istri-istri yang lainya. Dia minta cerai saja,” kata Narjo, seperti dilansir Rakyat Kalbar (grup pojoksatu.id), Senin (2/11/2015).
Istri kedua bernama Sopia dinikahi pada 2007. Sopia lahir pada 1984, sekarang usianya 31, memberikan anak empat orang. Tahun 2008, Sopia, menuaikan ibadah haji. Jadi sekarang namanya sudah Hajjah Sopia.
Saat ditanya, mengapa mau memilih Narjo sabagai suaminya, padahal sudah tahu kalau Narjo sudah punya istri. Hajah Sopia bilang, karena Narjo orangnya baik dan tanggungjawab. Dia jujur dan berbuat adil dalam keluarga.
“Kami merasa bahagia, walaupun istrinya banyak. Dan kalau dia mau menikah lagi pun kami tidak melarang kalau memang itu bisa membahagiakannya, yang penting dia tetap berbuat adil kepada semua istrinya. Saya tidak pernah merasa cemburu atau bagaimana kepada suami, walaupun dengan istri yang lainnya,” tutur Sopia.


Ngarjo kemudian menikahi istri ketiganya, Sumarwati pada 2008 dan dapat anak dua. Tahun 2013 Sumarwati meninggal dunia akibat kecelakaan. Sedangkan istri keempat, Rima, menikah 2009 dan memberikan Narjo empat anak. Rima lahir tahun 1984 sekarang usianya 31 tahun.
Rima mengaku, mau menikah dengan Narjo karena sangat cinta. Ia melihat Narjo orangnya bijaksana dan bertanggungjawab.
“Sebelum menikah, saya yakin kalo Narjo bisa memberikan kebahagiaan, makanya saya mau nikah dengan Narjo,” kata Rima.
Terbukti setelah menikah mengaku tetap bahagia. Selama menikah tidak ada pertengkaran semuanya baik-baik saja dalam satu rumah.
“Jadi, melihat semua anak-anak dan suami itu semua sama. Tidak ada rasa perbedaan, antara anaknya dengan anak istri yang lain,” pungkas Rima.
Adalah Rasima menikah pada 2010 sebagai istri kelima. Rasima yang lahir tahun 1984, sekarang kuliah di fakultas kedokteran di Belanda. “Menikah dengan Rasima kami mempunyai anak dua,” kata Narjo.

sumber : infoteratas.com

Cewek ini Jual Keperawanan Demi iPhone 8, Setibanya Di Hotel, Dia Malah Alami Kejadian Mengerikan

Cewek ini alami kejadian mengerikan beberapa saat ketika ia jual keperawanan demi sebuah iPhone 8


Bicara soal gadget mewah, Apple dan iPhone memang dua hal yang tak dapat dipisahkan, apalagi brand negeri Paman Sam ini menjadi patokan seberapa tinggi status sosial penggunanya. 

Dan karena alasan klasik inilah, cewek asal Tiongkok ini rela melakukan hal yang gila hanya untuk memiliki iPhone versi terbaru.

Lahir dan besar di era digital tentu membuat kehidupan cewek asal Tiongkok ini lebih menilai smartphone hanya untuk gengsi-gengsian daripada melihat fungsi dari smartphone itu sendiri. 



Tak heran, cewek yang bernama Xiao Chen ini dikenal sebagai 'Apple Addict', ia selalu menggemari produk berlogo Apple separuh itu, bahkan semua versi iPhone sudah pernah ia rasakan, mulai dari iPhone generasi pertama hingga yang ketujuh.

Namun semenjak Apple resmi mengeluarkan iPhone 8, Xiao Chen tak mampu lagi untuk membelinya lantaran ia tak memiliki uang, ditambah lagi, teman-temannya kini sudah banyak yang meng-upgrade iPhone 8, ia pun kecewa berat.

Jual keperawanan


Xiao pun nekat menjual keperawanannya di suatu forum online dengan mahar 20 ribu yuan atau sekitar Rp. 40 jutaan, agar ia dapat memboyong gadget besutan Apple itu.

Namun tindakannya itu tercium oleh vlogger bernama Nana Henying, ia pun berniat memberikan pelajaran kepada Xiao Chen biar dia kapok tidak menjual keperawanannya hanya untuk sebuah smartphone

Nana pun menyamar sebagai mucikari, ia langsung menghubungi Xiao Chen dan mengajak kopdar di sebuah kafe tidak jauh dari tempat tinggal Xiao Chen.

class="separator" style="clear: both; text-align: center;">  


Saat keduanya bertemu, Nana pun memberikan Xiao Chen uang muka dan memberitahukannya waktu dan tempat untuk melakukan pekerjaannya.  Xiao Chen senang, karena ia akan segera memiliki gadget yang ia inginkan.

Dijebak di sebuah hotel

Ketika hari yang ditentukan tiba, Xiao Chen kemudian mendatangi sebuah hotel, ia masuk menuju kamar yang sudah ditentukan oleh Nana.


Di dalam kamar, Xiao Chen terlihat tengah duduk di tempat tidur ketika seorang pria yang berpura-pura sebagai klien memberinya kotak handphone.

Namun, tiba-tiba beberapa orang pria datang, salah satunya ada yang sudah bertelanjang dada sementara yang lain memegan sebuah kamera.





Xiao Chen pun panik, dan takut kalau dia bakal diperkosa silih berganti. Xiao mencoba berteriak meminta pertolongan, tapi Nana tiba-tiba muncul dan menghentikan jebakan itu.

Pria-pria itu pun kemudian keluar dari kamar hotel.

Vlogger Nana pun berteriak pada Xiao Chen:

"Kau takut sekarang? Sudah terlambat! Lihat, apakah kau menjual sesuatu yang sama berharganya dengan telepon genggam?"
Xiao Chen diam membisu, ia kemudian menyadari bahwa tindakannya salah.



Netizen yang melihat video berikut sebagian besar setuju akan aksi Nana yang mengekspos isu sosial yang nyata di Tiongkok.